napak tilas kehamilan dan persalinan ku
July 31st, 2008 by dewikstrimester I
bulan pertama sih enjoy enjoy aja, lama2 apalagi masuk bulan ke 2 dan 3, mabok berat dan mulai ngidam macam2. gak mau makan ini maunya makan itu. kalau tidak minum ondansentron sy gak akan bisa bangun dari tempat tidur (mediamer B6 dan domperidon mah kelewat aja). tapi obat paling manjur pas mual berat adalah dielus2 pungungnya oleh aa. tak jarang sy muntah2 saat menyetir dan muntah didepan pasien, jadi harus bawa keresek selalu di mobil. sy gak bisa lagi makan udang dan cumi karena sy pikir konsistensinya mirip sama ulat hijau. sy juga jadi gak doyan kepiting (padahal dibawain banyak banget sama mertua) karena sy pikir BAU. Ngidam apa????? sy pernah pengen mie akung padahal lagi long weekend jadilah penuhhhh banget dan 1 pesanan harus menunggu 45 menit, tp keukeuh mau mie akung. pernah juga pengen tempe mendoan, fettucini, mangga muda (sampai dibawain sama bu haji popon), trus doyannya apel tp harus yg royal gala. usia kehamilan 2 bulan sempat diare gak sembuh2 selama 2 minggu, tapi pas mau periksa feces, sembuh sendiri gak tau kenapa. trimester 1 dijalani dengan nyaman di endokrin sampai pada bulan ke 3 pindah ke bagian gastro dan disinilah sy mengalami perdarahan dan dirawat di Al-Islam selama 3 hari dan bedrest 7 hari. tapi Alhamdulillah bayi nya sehat2 saja (ternyata placentanya dibawah).
Trimester 2
di gastro yang melelahkan, banyak konsul, banyak berjalan mondar madnir, tapi pasien polinya dikit jadi enak. No more bleeding. Mengurusi cuti, sedikit memaksa sama KPS untuk dimasukan ke rotasi berikutnya, akhirnya dikabul juga. mual2 sudah hilang tapi tiap bangun tidur yg pasti memuntahkan asam lambung bahkan kadang cairan empedu. MAAG sy juga sering sekali kambuh kalau telat makan (sy makan besar 4x, snack 3x). sy sering sekali bangun karena nyeri ulu hati, malah pernah gak bisa tidur karena sakit dada, dipikir2 mungkin sy kena GERD karena sy kan makan progesteron dan itu melemaskan gastroesofageal junction. Saya juga sering bangun tengah malam karena kaki kram. Saya juga merasakan sakit punggung bangian bawah dan pinggul terutama setelah duduk. Di bulan ke 6 saya demam 10 hari, awalnya cuma malam saja tp yg terasa nyeri2 badannya, sampai minta dipijitin terus sama aa. karena makin demam saja sy makan cefadroksil (karna sy pikir ISK, kan biasa bumil). eh hari ke 8 panas, demamnya gak turun2, akhirnya dirawat deh
Trimester 3
yang sedang dijalani dengan santai dan bengong di rumah, karena insiden demam tifoid memaksa sy untuk cuti. akhirnya saya tidak akan masuk selama 9 bulan
akhirnya kegiatan saya adalah :
- bangun siang
- antenatal yoga selama 30 menit (senam hamil terdekat di Al-islam dan RB dr Bambang di Margahayu raya, jauh bo nyetirnya, akhirnya beli VCD antenatal yoga)
- nonton berita dan gosip
- nonton wisata kuliner dan acara jalan2
- nonton DVD maraton (udah ada hero, monk, grey anatomy)
- belanja peralatan bayi dikit2
- beres2 rumah, gudang, ngelap2 debu, membuang hal2 yg gak penting
- baca novel dan majalah ibu dan bayi
- surfing dan mengisi blog ini lah
- nonton TV kabel
- yg belum kesampean : belajar masak, ngepel seluruh rumah biar posisi kepala bayi nya dibawah, pasang memperpanjang paspor
Sudah due date tgl 13 juli 2008
tapi belum juga ada tanda2 inpartu. saya berdiskusi dengan suami, kalau harus diinduksi, saya lebih memilih langsung caesar (karena pengalaman banyak yg gagal drip dan ujung2nya di caesar juga) dan suami setuju2 saja.
Dokter OB menyarankan saya untuk di NST dulu dan kalau hasilnya bagus, kelahiran ditunggu sampai minggu depannya (42 minggu). Saya sempat distripping (sakit bo!). Setelah distripping itu perut saya agak mulas2 dan pada hari sabtu tgl 19 juli (41 minggu) jam 4 pagi saya mulas2 disertai keluar darah show.
karena menurut teori kalau keluar show itu tanda inpartu, maka saya ke RS jam 9. Hasil NST baik dan pembukaan baru 1 cervix tebal dan kaku. Dokter menyuruh saya pulang, banyak jalan, dan kontrol sesuai jadwal. Saya sempat ke Carefour dulu sambil menahan mulas. papa yg diberitau saya sudah masuk RS akhirnya pulang lagi ke Garut. Saya malah sempat berniat ikut arisan RT dulu, tapi batal karena mulas sudah tiap 5 menit. Karena takut disuruh pulang lagi (malu atuh bulak balik wae), saya memutuskan untuk ke tempat praktek dokter OB dulu, tapi beliau digantikan oleh dokter laki2 dan saya tidak mau. Akhirnya saya pulang ke rumah kakak ipar sambil menunggu suami ke dokter gigi. jam 21.00 saya pulang lagi ke rumah, sementara mulas sudah tiap 3 menit. saya bilang ke suami, saya mau ke RS lagi kalau mulesnya sudah 1 menit sekali, karena kalau primi pembukaan 1 ke 3 (fase laten) 8-12 jam lamanya. Jam 23 saya sudah tidak tahan lagi dan mulai berteriak2. Akhirnya memutuskan untuk segera ke RS. Setibanya di sana, bidannya kaget pas saya bilang mulesnya terasa tiap 2 menit sekali, ternyata saya sudah bukaan 5.
jam 1 pagi, sy tidak tahan untuk jaim dan tidak teriak2 (karena mulas banget). Dulu sy suka memarahi pasien yg berteriak karena tenaganya untuk mengedan nanti habis. Diperiksa lagi, ternyata sudah bukaan 8 dan sy disuruh jalan ke kamar bersalin.
Pembukaan saya lengkap sekitar jam 1.30 pagi setelah sebelumnya disuruh miring kiri dan disuntik di paha kiri sambil diperiksa dalam dan dipecahkan ketuban, duh sakitnya minta ampun sampai dokter menyuruh saya untuk berhenti berteriak dan mengatur nafas. Suami saya pun kena cakar!
Proses mengedan sangat susah. Dulu waktu memimpin mengedan, saya suka menyuruh ibu2 untuk mengedan yg betul (ke bawah, seperti BAB yg susah, bukan ditenggorokan dan jangan berhenti) tapi itu mah teori! susah dan cape banget. kepala bayi cuma maju mundur selama lebih dari 30 menit. akhirnya "dorfun" pun dilakukan dan itu sakitnya minta ampun. Setelah 1 jam dan di-epis pula, akhirnya si dede keluar juga pada jam 2.37 dengan BB 2580 gr dan PB 49 cm, langsung menangis. Namun karena ada PCH dan ketubannya hijau jadi dia harus masuk inkubator dan diberi O2.
Setelah dia keluar rasanya lega sekali!
